Translate

Sabtu, 21 November 2015

Pengertian Media Pembelajaran

Kata media merupakan bentuk jamak dari ‘Medium’, yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.  Secara khusus, kata tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber kepada penerima. Dikaitkan dengan pembelajaran, media dimaknai sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
            Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman,2002:6).Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa. Satu hal yang perlu diingat bahwa peranan media tidak akan terlihat apabila penggunaannya tidak sejalan dengan isi dan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Secanggih apa pun media tersebut, tidak dapat dikatakan menunjang pembelajaran apabila keberadaannya menyimpang dari isi dan tujuan pembelajarannya.

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis ICT

Banyak sekali media dilingkungan sekitar kita yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, untuk itu perlu kita pilih. Pemilihan ini penting dalam rangka, agar ketika media pembelajaran itu kita pilih sebagai alat bantu penyampai pesan benar-benar menjadi alat bantu yang efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Prinsip-prinsip dalam pemilihan media pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang konstruktif antara lain:

1.    Kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran

2.    Kesesuaian media dengan lingkungan belajar

3.    kesesuaian media dengan karakteristik pembelajaran

4.    Kemudahan dan keterlaksanaan pemanfaatan media

5.    Kefisiensi media dalam kaitannya dengan waktu, tenaga dan biaya

6.    Keamanan bagi pembelajaran

7.    Kemampuan media dalam mengaktifkan siswa. 


Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran biasanya menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) beserta aplikasinya, seperti: perangkat komputer yang tersambung dengan jaringan internet, LCD/proyektor, CD pembelajaran, televisi, bahkan menggunakan web atau situs-situs tertentu dalam internet.

Dalam pembelajaran berbasis ICT, selain dukungan perangkat keras dan perangkat lunak, dukungan koneksi berbasis web (internet) juga sangat diperlukan. Hal ini memungkinkan para siswa dan guru melaksanakan aktifitas pembelajaran tidak harus selalu bertatap muka secara langsung, akan tetapi bisa dengan cara online yang tekoneksi dengan jaringan internet.

Dengan adanya jaringan internet ini seseorang dapat mengakses data apa saja dengan melakukan browsing ke berbagai penyedia data (server) di berbagai belahan dunia. Beberapa fasilitas yang tersedia melalui jaringan internet yang bermanfaat untuk pengembangan pembelajaran adalah

a. pencarian informasi dengan menggunakan mesin pencari (search engine) termasuk didalamnya layanan pengelolaan uploud dan download dokumen. Search engine tersebut diantaranya google, yahoo, altavista, ask, dsb.

b. layanan kelompok diskusi dengan menggunakan mailing-list.

c. layanan komunikasi melalui surat elektronik (email). Dalam perkembangannya, email dipergunakan sebagai pendukung layanan jejaring sosial seperti facebook, twitter, dsb.

d. layanan media komunikasi (interaksi) berbasis situs web, seperti blog.

e. ketersediaan aplikasi/progam yang bersifat freeware (boleh diunduh) untuk media pembelajaran, seperti aplikasi perhitungan zakat, aplikasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, aplikasi perhitungan warisan, dsb.  

Jenis – jenis Media Pembelajaran

Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan – pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat – sifat media tersebut. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut.

Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997 : 16) yaitu :

1. Gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor.

2. Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.

3. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.

4. Televisi

5. Benda – benda hidup, simulasi maupun model.

6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).


Penggolongan media yang lain, jika dilihat dari berbagai sudut  pandang adalah sebagai berikut :

1. Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media Audio, media Visual dan media Audio Visual.

2. Dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat dan media pengajaran individual.

3. Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media sederhana (murah dan mudah memperolehnya) dan media komplek.

4. Dilihat dari bentuknya media dapat digolongkan menjadi media grafis (dua dimensi), media tiga dimensi, dan media elektronik.


Jenis-jenis media ICT dalam pembelajaran kimia


1.      Hyperchem
Hyperchem adalah salah satu aplikasi kimia komputasi yang relatif mudah untuk digunakan karena sifatnya yang langsung bisa menunjukkan tampilan dari apa yang hendak kita buat. Meskipun demikian ini hanyalah sekelumit tentang kemampuan Hyperchem yang bisa dimanfaatkan dalam pembuatan media belajar yang sederhana namun secara komputasi kimia dibenarkan. Tentu saja kalau semua kita lakukan dengan benar, tidak asal gambar, seperti sebelum menggunakan software layaknya Hyperchem ini.

2.      Blog
Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Blog juga dapat mempermudah pengajar atau pun siswa untuk mengakses atau pun mengpublikasi .sehingga mempermudah dalam pencarian referensi yang dibutuhkan meskipun ada kekurangan tetapi kelebihannya pun patut di ajukan jempol.

3.      Macromedia Flash 8
Macromedia Flash adalah program untuk membuat animasi dan aplikasi web profesional. Bukan hanya itu, Macromedia Flash juga banyak digunakan untuk membuat game, animasi kartun, dan aplikasi multimedia interaktif seperti demo produk dan tutorial interaktif. Software keluaran Macromedia ini merupakan program untuk mendesain grafis animasi yang sangat populer dan banyak digunakan desainer grafis. Kelebihan flash terletak pada kemampuannya menghasilkan animasi gerak dan suara. Awal perkembangan flash banyak digunakan untuk animasi pada website, namun saat ini mulai banyak digunakan untuk media pembelajaran karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki.

4.      Power Point
PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya.
PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix.
Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer untuk presentasi.

5.      Virtual Lab

Laboratorium virtual atau bisa disebut dengan istilah Virtual Labs adalah serangkaian alat-alat laboratorium yang berbentuk perangkat lunak (software) komputer berbasis multimedia interaktif, yang dioperasikan dengan komputer dan dapat mensimulasikan kegiatan di laboratorium seakan-akan pengguna berada pada laboratorium sebenarnya. Laboratorium virtual potensial untuk memberikan peningkatan secara signifikan dan pengalaman belajar yang lebih efektif. Pengembangan laboratorium virtual ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan belajar yang dialami oleh peserta didik dan mengatasi permasalahan biaya dalam pengadaan alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan kegiatan praktikum bagi sekolah-sekolah yang kurang mampu.

Melalui pembelajaran multimedia dalam bentuk laboratorium virtual, secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Selain itu, melalui laboratorium virtual, bisa dilakukan penghematan biaya riset, serta riset-riset yang dahulu tidak mungkin dilakukan, karena keterbatasan pengkondisian sistem, saat ini telah bisa dilakukan (Reismeiyanto, 2008).

Minggu, 27 September 2015



Konfigurasi elektron atau susunan elektron dalam orbital-orbitalnya adalah bahasan penting dalam memahami beberapa konsep kimia. Oleh karena itu sejak kelas 10 SMA, siswa sudah diperkenalkan tentang konfigurasi elektron itu. Hal ini akan diperdalam di kelas 11, dan penerapan lebih lanjut akan ditemui pada bahasan-bahasan berikutnya.
Pada saat di kelas 10 beberapa buku mengenalkan tentang konfigurasi elektron ini hanya sebatas konfurasi elektron pada unsur utama (golongan A) saja yaitu berapa jumlah kulit yang dimiliki sebuah atom dan berapa elektron valensinya. Secara umum jumlah elektron maksimal pada tiap kulit bisa menggunakan aturan 2n2, dimana n adalah kulit ke-n. Sepertinya sederhana, namun pada praktiknya siswa tidak dengan mudah menerapkan aturan tadi kalau tidak disertai contoh-contoh. Jadi setiap kulit itu maksimal hanya boleh terisi elektron sebanyak 2n2, jika ada lebihnya maka diisikan pada kulit berikutnya. Kulit berikutnya ini juga mengikuti aturan 2n2 ini.
Misalnya:
Konfigurasi elektron 6C (atom C dengan nomor atom 6)
6C = 2 4 → atom C mempunyai 2 kulit, di mana kulit pertama terisi 2 elektron dan kulit ke-2 terisi 4 elektron.
Konfigurasi elektron 19K (atom K dengan nomor atom 19)
19K = 2 8 9 → inilah yang terjadi ketika siswa bersikukuh mengikuti aturan 2n2 tadi dan siswa tidak bisa disalahkan, karena dalam beberapa penjelasan di awal setiap buku bahwa pada kulit ke-3 itu maksimal boleh terisi elektron sebanyak 18 artinya boleh kurang dari 18. Nah pada konfigurasi 19K = 2 8 9 kulit ke-3 terisi 9 elektron, faktanya tidak bolehkan elektron valensi suatu atom itu lebih dari 8. Oleh karena itu maka diperlukan penjelasan berikutnya bahwa jika pada elektron valensi lebih dari 8 maka ada ketentuan lain sehingga konfigurasi pada 19K = 2 8 8 1.
Ketentuannya lain itu sebagai berikut:
  1. Jika sisa elektron lebih dari 8 dan kurang dari 18 maka harus diuraikan menjadi “8” dan sisanya lagi diisikan pada kulit ke-berikutnya.
  2. Lebih dari 18 dan kurang dari 32 maka harus diuraikan menjadi 18 dan sisanya selanjutnya mengikuti ketentuan nomor 1, tetapi kalau masih sama atau lebih dari 18 maka diuraikan lagi menjadi 18 dan sisanya selanjutnya mengikuti ketentuan no 1.
  3. Lebih dari 32 maka harus diuraikan menjadi 32 dan sisanya selanjutnya mengikuti ketentuan nomor 2.
Contoh penerapan ketentuan-ketentuan itu sebagai berikut:
31Ga = 2 8 18 3 → perhatikan ini sesuai dengan ketentuan nomor 2, sampai pada kulit ke-3 tersisa 21 elektron (2 8 21), karena 21 itu lebih dari 18 tetapi kurang dari 32 maka pada kulit ke-3 itu harus diuraikan menjadi 18, dan sisanya 3 elektron harus diletakkan pada kulit ke-4.
53I = 2 8 18 18 7→ perhatikan ini sesuai dengan ketentuan nomor 2, sampai pada kulit ke-3 karena maksimal hanya boleh terisi 18 elektron maka sisanya 25 elektron, dan ini harus diuraiakan lagi sesuai ketentuan no 2 (karena sisanya (25) lebih dari 18 dan kurang dari 32) sehingga pada kulit ke-4 hanya terisi 18 elektron juga dan sisanya diisikan pada kulit ke-4 yaitu sebanyak 7 elektron.


85At = 2 8 18 32 18 7→ sampai pada kulit ke-1 sampai ke-4 ini pengisian elektron maksimal akan sesuai dengan kaidah 2n2, namun kulit berikutnya akan berlaku ketentuan di atas. perhatikan ini sesuai dengan ketentuan nomor 2, sampai pada kulit ke-3 karena maksimal hanya boleh terisi 18 elektron maka sisanya 25 elektron, dan ini harus diuraiakan lagi sesuai ketentuan no 2 (karena sisanya (25) lebih dari 18 dan kurang dari 32) sehingga pada kulit ke-4 hanya terisi 18 elektron juga dan sisanya diisikan pada kulit ke-4 yaitu sebanyak 7 elektron.

Ingat ketentuan tadi hanya berlaku untuk unsur di golongan A saja. Jadi kalau nomor atom yang diketahui 21-30, 38-48, 57-80, 89-112 (diluar dari nomor atom golongan utama)maka aturan di atas tidak berlaku, mungkin unsur tersebut masuk golongan unsur transisi (golongan B) atau transisi dalam (golongan aktinida atau lantanida)
Hal penting untuk diperhatikan bahwa elektron valensi unsur golongan utama (golongan A) tidak boleh lebih dari 8 elektron (maksimal 8). Bagaimana jika masih lebih dari 8 yah ikuti aturan di atas.
Bagaimana cara menentukan periode dan golongan setelah tahu konfigurasi elektronnya?
  • Periode ditentukan berdasarkan jumlah kulit.
  • Golongan ditentukan berdasarkan jumlah elektron valensi (elektron di kulit terluar/terakhir)
Contoh: 6C = 2 4 ; Karena memiliki 2 kulit maka dalam tabel sistem periodik aton C terletak pada periode ke-2. Elektron valensi adalah 4, dengan demikian atom C pada tabel sistem periodik berada pada golongan IV-A.
Untuk mengecek konfigurasi elektron, serta letak periode dan golongan setiap unsur dengan nomor atom yang diketahui silahkan mengunjungi situs http://ptable.com.
Atau dapat juga melihat pada pranala berikut (dapat di-download dengan klik gambar atau klik kanan dan Save As… Ukuran file 272 KB format PDF)
Atau yang berikut ini juga dapat dijadikan sebagai “kunci” latihan menentukan konfigurasi elektron selengkapnya silahkan unduh atau klik pranala berikut Konfigurasi elektron unsur lengkap dengaNbilangan oksidasinya.
Dikutip dari :https://urip.wordpress.com/2012/09/06/memahami-konfigurasi-elektron-pada-pelajaran-kimia-10/#more-5829

Sabtu, 26 September 2015

Suatu zat atau benda memiliki tiga bentuk fisik yang berbeda, yaitu padatan, cairan, dan gas. Dari ketiga bentuk tersebut masing-masing tersusun atas berbagai unsur dan senyawa. Terkadang kita tidak memperhatikan hal-hal penting dari suatu unsure dan senyawa tersebut, seperti pemanfaatan unsure dan senyawa tersebut akan berdampak negative terhadap kelangsungan hidup manusia dan alam sekitarnya. Oleh karena itu kita harus mengetahui, mengenali serta memahami bagaimana sifat-sifat fisisnya, sifat kimianya, dan perubahan bentuk yang terjadi diantara mereka atau keadaan zat tersebut secara lebih rinci. Sehingga dalam memanfaatkannya kita dapat menghindari dampak negative dari bahan tersebut.
Kebutuhan manusia untuk hidup diperoleh dari senyawa-senyawa yang terdapat dibumi. Bumi dibagi menjadi lima bagian, bagian paling luar adalah atmosfer yang tersusun dari campuran berbagai gas. Bagian berikutnya yaitu hidrosfer dengan komponen utama air. Bagian selanjutnya yaitu litosfer, mantel, dan inti bumi. Kali ini saya akan membahas mengenai gas.
Atmosfer merupakan lapisan yang berwujud gas dengan ketebalan 1.100 km. komposisi gas dari atmosfer akan semakin tipis bila jaraknya semakin jauh dari permukaan bumi. Pada atmosfer bagian luar hanya terdapat gas-gas yang mempunyai massa yang rendah, misalnya hydrogen (H2) dan gas helium (He), sedangkan gas-gas yang mempunyai massa rumus yang besar akan lebih terkonsentrasi pada lapisan atmosfer yang dekat dengan bumi, dikarenakan pengaruh gaya gravitasi bumi.
Komposisi atmosfer pada lapisan yang dekat dengan permukaan bumi menunjukan bahwa nitrogen (N2) merupakan komponen yang terbanyak, disusul oleh gas oksigen (O2) dan gas-gas lain. Gas nitrogen dan oksigen merupakan dua gas yang dimanfaatkan dalam bidang industry, terutama industry pupuk.

Unsure dan senyawa gas yang yang juga sebagai gas-gas penyusun udara yaitu Nitrogen, Oksigen, Karbon dioksida, Hidrogen, gas-gas lain (CO, NO, SO2 dll), serta golongan gas mulia yaitu golongan VIIIA atau golongan 0 (nol) atau golongan 18. Gas mulia terdiri dari unsure-unsur Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), dan Xenon (Xe), Radon (Rn), tetapi Radon tidak ada di alam. Semua unsure gas mulia ini nerupakan unsure yang tidak reaktif (stabil) atau inert.

SIFAT-SIFAT GAS (umum)
Gas bisa dicirikan dengan berbagai cara, semua gas akan memuai memenuhi ruangan dan menyerupai bentuk ruangan tempatnya berada. Semua zat yang bersifat gas dapat berbaur dengan sesamanya, dan akan bercampur dengan segala perbandingan, oleh karena itu semua campuran gas adalah larutan yang homogeny.
Gas tidak kasat mata, dalam arti tidak ada partikel-partikel gas yang dapat dilihat. Beberapa gas berwarna seperti, : gas klor (kuning kehijau-hijauan), brom (merah kecoklat-coklatan), dan iod (ungu), beberapa diantaranya mudah meledak seperti hydrogen, dan beberapa diantaranya juga ada yang bersifat inert seperti helium dan neon.
Empat sifat dasar yang menentukan tingkahlaku fisis dari gas adalah banyaknya molekul gas, volume gas, suhu, dan tekanan. Berikut terdapat gas-gas penyusun udara serta kadarnya:
Komposisi udara kering (di permukaan laut)
No.
Gas-gas penyusun udara
Kadar (% volume)
Nama
Rumus Molekul
1.
Nitrogen
N2
78,08
2.
Oksigem
O2
20,95
3.
Argon
Ar
0,934
4.
Karbon dioksida
CO2
0,0314
5.
Neon
Ne
0,00182
6.
Helium
He
0,000524
7.
Kripton
Kr
0,000114
8.
Hidrogen
H2
0,00005
9.
Xenon
Xe
0,000008
10.
Gas-gas lain
(CO, NO, SO2 dll)
Kurang dari 0,002%




I. NITROGEN

A.   Keberadaan Dan Sifat-Sifat Nitrogen
Unsur nitrogen merupakan unsure utama penyusun senyawa dalam tubuh makhluk hidup. Selain terdapat dalam keadaan bebas sebagai gas N2 di udara, nitrogen juga terdapat dalam berbagai senyawa. Senyawa KNO3 dan senyawa Chili NaNO3 merupakan dua mineral yang menjadi sumber senyawa nitrogen di alam.
Nitrogen mempunyai nomor atom 7 dengan konfigurasi electron 1s2 2s2 2p3.  Sifat nitrogen yang sukar bereaksi menyebabkan nitrogen dimanfaatkan untuk atmosfer pada proses pengelasan logam agar dalam proses pengelasan tidak ada oksigen yang bisa menyebabkan terjadinya korosi pada logam. Gas nitrogen juga digunakan sebagai pengganti udara untuk mengisi ban agar logam (kawat) pada ban tidak mudah berkarat, sehingga ban menjadi lebih awet.
B.   Beberapa Senyawa Nitrogen

a)     Amonia
b)    Hidrazin
c)     Oksida Nitrogen
d)    Asam Nitrat dan Garam Nitrat

C.   Siklus Nitrogen

Nitrogen merupakan unsure yang banyak terlibat dalam proses kehidupan sehari-hari. Senyawa nitrogen berubah dari satu bentuk ke bentuk lain melalui siklus nitrogen yang terjadi di alam.
Dimulai dari gas nitrogen, yang mempunyai ikatan rangkap tiga dan bersifat stabil di udara, ditangkap oleh tumbuhan melalui proses fiksasi nitrogen, yaitu proses pengubahan dari molekul nitrogen menjadi senyawa nitrogen di dalam tumbuhan.
Selain melalui proses fiksasi, tumbuhan memperoleh nitrogen dari tanah berupa senyawa nitrat dan selanjutnya diubah menjadi asam amino dan protein. Protein nabati dalam tumbuhan selanjutnya akan dimakan oleh hewan untuk diubah menjadi protein hewani. Dengan demikian, nitrogen didalam tanah akan berkurang oleh proses tersebut. Tanah juga kehilangan nitrogen akibat kerja bakteri denitrifikasi yang mengoksidasi senyawa ammonium menjadi nitrogen bebas.


II. OKSIGEN

Oksigen merupakan unsure utama penyusun senyawa biomolekul didalam tubuh makhluk hidup. Molekul oksigen merupakan oksidator yang sangat penting dalam proses pemecahan biomolekul di dalam proses metabolisme dalam tubuh. Tanpa molekul oksigen, manusia tidak dapat bertahan hidup.
A. Cara Memperoleh Oksigen
Diantaranya ada dua cara untuk membuat oksigen, yaitu distilasi bertingkat udara cair dan elektrolisis larutan 10-25% KOH atau NaOH. Oksigen yang dihasilkan dalam proses ini sangat murni, disamping itu juga dihasilkan gas hydrogen dengan kemurnian yang tinggi pula. Proses elektrolisis dilakukan dengan mengalirkan arus listrik searah ke dalam larutan 10-25% KOH.

B. Sifat Oksigen dan Beberapa Senyawa Oksigen
Oksigen pada suhu kamar merupakan molekul gas diatomic yang tidak berbau dan tidak berwarna, dengan titik didih -183C dan titik beku -219C, lebih berat dari udara. kelarutan oksigen dalam air sebesar 5% volum pada suhu 0C. Oksigen dapat bereaksi dengan unsur logan dan non logam membentuk oksida. senyawa oksida digolongkan menjadi :
a)     Oksida Asam, yaitu oksida yang bereaksi dengan air membentuk asam
b)    Oksida Basa, yaitu oksida yang bereaksi dengan air membentuk basa
c)     Oksida Amfoter, yaitu oksida yang dapat bersifat asam maupun basa, dan dapat bereaksi dengan asam maupun basa.
d)    Peroksida, oksida ini mempunyai sebuah atom oksigen lebih banyak dari oksidanya.
e)     Oksida Netral atau Oksida indiferen, yaitu oksida yang tidak dapat bereaksi dengan air, asam maupun basa. Misalnya CO, N2O, NO, DAN H2O.

      C. Pemanfaatan Oksigen
      Gas oksigen dimanfaatkan untuk keperluan pengelasan, alat bantu
      pernafasan
     dan industry bahan kimia. Salah satu senyawa oksigen yang penting selain    
     air adalah hydrogen peroksida (H2O2) yang dikenal sebagai perhidrol.
     Hydrogen peroksida digunakan sebagai oksidator bahan bakar roket,
     sedangkan larutan perhidrol 3% digunakan sebagai bahan pemutih kapas dan
     antiseptic. 











III. GAS MULIA



A. Sifat Periodik Unsur Golongan Gas Mulia
Gas mulia merupakan unsur  yang stabil. Gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain dan sukar menerima ataupun melepas elektron.
Dengan elektron valensi yang sudah penuh, unsur gas mulia yang sangat sukar menerima elektron. Hal ini dapat dilihat dari harga afinitas elektronnya yang rendah. Kesetabilan unsur- unsur golongan gas mulia menyebabkan unsur- unsur ini sukar membentuk ion, artinya sukar melepas atau menerima elektron.
 





Sifat Periodik Unsur Gas Mulia
Dengan konfigurasi elektron yang sudah penuh, gas mulia termasuk unsur yang stabil, artinya sukar bereaksi dengan unsur lain, sukar untuk menerima elektron maupun untuk melepas elektron. Perhatikanlah data afinitas elektron, energi ionisasi, dan jari-jari atom unsur gas mulia pada Tabel di bawah!






HELIUM









NEON

Neon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ne dan nomor atom 10. Neon termasuk kelompok gas mulia yang tak berwarna dan lembam (inert). Zat ini memberikan pendar khas kemerahan jika digunakan di tabung hampa (vacuum discharge tube) dan lampu neon. Sifat ini membuat neon terutama dipergunakan sebagai bahan pembuatan tanda.





















ARGON






















KRIPTON












XENON

Xenon adalah unsur dengan lambang kimia Xe, nomor atom 54 dan massa atom relatif 131,29; berupa gas mulia, tak berwarna, tak berbau dan tidak ada rasanya.
Xenon diperoleh dari udara yang dicairkan. Xenon dipergunakan untuk mengisi lampu sorot, dan lampu berintensitas tinggi lainnya, mengisi bilik gelembung yang dipergunakan oleh ahli fisika untuk mempelajari partikel sub-atom.
Di antara semua unsur gas mulia, baru kripton dan xenon yang dapat dibuat senyawanya. Mengapa kedua gas mulia ini dapat membentuk senyawa?

Tabel 1. Senyawa yang Mengandung Unsur Gas Mulia (Xenon) dengan Unsur Elektronegatif
Senyawa
Rumus
Deskripsi
Xenon difluorida
XeF2
Kristal tak berwarna
Xenon tetrafluorida
XeF4
Kristal tak berwarna
Xenon heksafluorida
XeF6
Kristal tak berwarna
Xenon trioksida
XeO3
Kristal tak berwarna, eksplosif
Xenon tetroksida
XeO4
Gas tak berwarna, eksplosif





Hal ini berkaitan dengan jari-jari atom gas mulia. Pada tabel periodik, jari-jari atom gas mulia makin ke bawah makin besar. Akibatnya, gaya tarik inti terhadap elektron valensi makin berkurang sehingga atom-atom gas mulia seperti xenon dan kripton lebih reaktif dibandingkan gas mulia yang lain. Radon dengan jari-jari paling besar juga dapat bereaksi dengan oksigen atau fluor, tetapi karena radon merupakan unsur radioaktif menjadikan senyawa yang terbentuk sukar dipelajari.












RADON

Radon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Rn dan nomor atom 86. Radon juga termasuk dalam kelompok gas mulia dan beradioaktif. Radon terbentuk dari penguraian radium. Radon juga gas yang paling berat dan berbahaya bagi kesehatan. Rn-222 mempunyai waktu paruh 3,8 hari dan digunakan dalam radioterapi. Radon dapat menyebabkan kanker paru paru, dan bertanggung jawab atas 20.000 kematian di Uni Eropa setiap tahunnya .







SIFAT FISIK GAS MULIA








PEMBUATAN DAN REAKSI GAS MULIA

Gas mulia dapat di peroleh dari pendingina udara cair secara bertahap (destilasi bertingkat)
Sebab titik didik komponennya bervariasi.
          Argon secara khusus dapat diperoleh dari reaksi udara dengan karbit :
  CaC2 + N2         >>>>>>>          CaCN2 + C (bebas dari N2)
  2CaC2 + O2      >>>>>>>             2CaO + 4C (bebas dari O2)
  CaO + CO2       >>>>>>>             CaCO    (bebas dari CO2)
Sebagai sisanya adalah Ar dan gas mulia lain.
          He dapat diperolah dengan jalan pemisahan dari gas alam, sebab pada sumber gas alam tertentu terdapat He dalam jumlah tidak terlalu rendah
          Rn terdapat dalam rongga-rongga batuab uranium berasal dari peluruhan Ra
 226Ra                 >>>>>>>>>            222 Rn + 4He



SIFAT KIMIA USUR GOLONGAN GAS MULIA





KEGUNAAN GAS MULIA








HUKUM-HUKUM GAS SEDERHANA

Hukum Boyle
Hukum Boyle menyatakan bahwa tekanan dari sejumlah ketetapan suatu gas pada suhu yang dijaga konstan adalah berbanding terbalik dengan volume. Selain itu hukum ini menyatakan bahwa hasil kali antara  tekanan dan volume suatu gas pada suhu dan jumlah gas yang konstan disebut sebagai konstanta.
Secara sistematis persamaan sebagai berikut ,




* (dengan syarat suhu dan jumlah gas tetap )


Hukum Charles
Hukum Charles menyatakan bahwa, adanya hubungan lurus apabila suhu tersebut terjadi peningkatan. Sehingga terjadi peningkatan pada volume begitu juga sebaliknya.
Charles mengembangkan hubungan matematika antara suhu daengan Voume. Didalam perhitungan-perhitngan hukum Charles., suhu yang digunakan harus dalam satuan Kelvin. Hukum Charles juga menyebutkan bahwa volume berbanding lurus dengan Suhu dalam Kelvin
Secara matematis hukum ini tampak seperti berikut ini,
                   V=bT atau V/T = b
(dimana b adalah suatu bilangan konstanta )

Hukum gas gabungan
Penggabungan antara hukum Boyle, Hukum Charles, dan Hukum Gay-Lussac menjadi satu persamaan .
Persamaannya :
P1V1/T1 = P2V2/T2

P : Tekanan Gas (atm, mmHg, Thorr, dsb)
V : Volume Gas
T : Suhu ( Kelvin )






Hukum Dalton
” Bila unsur-unsur dapat membentuk dua macam senyawa atau lebih, dimana massa salah satu unsur tersebut tetap (sama), maka perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat  dan sederhana “





Hukum Graham
“Menyatakan bahwa laju difusi dan efusi gas berbanding terbalik dengan akar kuadrat dari berat molekul atau atomnya
Secara umum hukum graham menyatakan, bahwa semakin ringan gas, semakin cepat laju efusi(difusi). Secara matematis, hukum graham tampak seperti ini :




KESIMPULAN

·       Gas bisa dicirikan dengan berbagai cara, semua gas akan memuai memenuhi ruangan dan menyerupai bentuk ruangan tempatnya berada.
·        Semua zat yang bersifat gas dapat berbaur dengan sesamanya, dan akan bercampur dengan segala perbandingan, oleh karena itu semua campuran gas adalah larutan yang homogeny.
·       Gas tidak kasat mata, dalam arti tidak ada partikel-partikel gas yang dapat dilihat.
·       Empat sifat dasar yang menentukan tingkahlaku fisis dari gas adalah banyaknya molekul gas, volume gas, suhu, dan tekanan.
·        . Gas nitrogen juga digunakan sebagai pengganti udara untuk mengisi ban agar logam (kawat) pada ban tidak mudah berkarat, sehingga ban menjadi lebih awet.
·        Molekul oksigen merupakan oksidator yang sangat penting dalam proses pemecahan biomolekul di dalam proses metabolisme dalam tubuh. Tanpa molekul oksigen, manusia tidak dapat bertahan hidup.
·        Semua unsure gas mulia merupakan unsure yang tidak reaktif (inert)
·        Dalam sistem periodic unsure, gas mulia terdapat pada golongan VIIIA atau golongan 18
·        Unsure gas mulia yang pertama kali ditemukan adalah  Argon (Ar)
·        Gas mulia terdapat di udara sebagai molekul monoatomik kecuali Radon (Rn)
·        Sifat-sifat gas mulia: konfigurasi electron berakhir pada ns2 np6, memiliki energy ionisasi tinggi, dan memiliki afinitas electron rendah.
·        Hukum Boyle menyatakan bahwa tekanan dari sejumlah ketetapan suatu gas pada suhu yang dijaga konstan adalah berbanding terbalik dengan volume.
·        Hukum Charles menyatakan bahwa, adanya hubungan lurus apabila suhu tersebut terjadi peningkatan. Sehingga terjadi peningkatan pada volume begitu juga sebaliknya.
·        Hukum Dalton : Bila unsur-unsur dapat membentuk dua macam senyawa atau lebih, dimana massa salah satu unsur tersebut tetap (sama), maka perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat  dan sederhana
·        Hukum Graham : Menyatakan bahwa laju difusi dan efusi gas berbanding terbalik dengan akar kuadrat dari berat molekul atau atomnya


DAFTAR PUSTAKA

Brady, James E. 1999. Kimia Universitas Asas dan Structure. Jakarta: Erlangga
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti. Jakarta: Erlangga
Petrucci, Ralp H. 1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi keempat Jilid I. Jakarta: Erlangga
Sudarmo, Unggul. 2006. Kimia Untuk SMA Kelas XII. Surakarta: Phißeta
http://mfyeni.wordpress.com/kelas-x/hukum-hukum-dasar-kimia/